Judul :
Gara-Gara Game Online
Penulis :
Fery Lorena Yanni, Yosep Rustandi,
Fitria Susandi, dkk.
Penerbit :
Indiva Media Kreasi
Dimensi :
144 hlm; 20 cm
ISBN :
978-623-253-007-2
Harga : Rp39.000,-
Selalu
ada hikmah di setiap hal yang terjadi. Mungkin, kalimat itulah yang cocok
dijadikan sebagai kesimpulan untuk cerpen-cerpen yang ada di dalam kumcer Gara-Gara Game Online ini. Bagaimana
tidak, di setiap cerita, baik itu berawal baik atau tidak, selalu ada yang
dapat diambil sebagai pembelajaran untuk memperbaiki sikap dan perbuatan kita.
Gara-Gara Game Online
adalah salah satu judul cerpen dalam kumcer ini yang menceritakan tentang Cika,
seorang anak SD yang sedang mengikuti wisata sekolah. Dari judulnya saja, bisa
ditebak apa yang terjadi, kan? Cika yang beralasan ingin mengabadikan momen
selama wisata sekolah akhirnya diizinkan membawa ponsel. Namun, selama
perjalanan, dia malah asik memainkan game di perangkat tersebut hingga tak
mengindahkan arahan guru. Ia bahkan sampai melewatkan makan dan waktu
istirahat.
Meski
sudah ditegur berkali-kali, dia tetap tak acuh. Gara-gara keasikan,
dia berpisah dengan rombongan dan tertinggal saat bus berjalan kembali. Baterai
ponsel habis dan tak ada yang dikenal di sana. Cika pun hanya bisa menangis.
Untungnya, rekan dan guru Cika menyadari tepat waktu kalau gadis itu
ketinggalan dan putar balik menjemputnya. Cika pun akhirnya sadar dengan
kesalahannya. Oleh karena terlalu terpaku pada ponsel, dia jadi tak
memperhatikan sekitar. Sejak saat itu, dia berjanji tidak akan mengulangi
perbuatannya lagi.
Nah,
dari cerita ini, kita bisa mengambil kesimpulan untuk tidak menggunakan gawai
berlebihan. Boleh saja menggunakannya, asal ingat waktu. Jangan sampai dikuasai
dan melupakan hal yang lebih penting. Tentu saja, ini tak hanya berlaku untuk
gawai saja, yang lainnya juga.
Selain
cerita ini, masih ada sepuluh cerita lain yang bisa ditemukan di buku ini.
Salah satunya adalah Rahasia Allah
yang jadi cerita pembuka. Kisah ini berawal dari keheranan rekan-rekan Ahmad
karena dia tiba-tiba bersikap aneh. Sikap anehnya adalah ia menjadi sangat
peduli dengan hal kecil seperti ranting dan batu di jalan sehingga
memindahkannya. Bukan hanya itu saja, Ahmad juga berniat menimbun lubang besar
di jalan perumahan. Meski heran dengan perubahan tersebut, rekan Ahmad bersedia
membantu saat Ahmad mengutarakan keinginannya.
Di
waktu yang sudah dijanjikan, rekan-rekannya datang ke rumah Ahmad. Sayang,
ternyata Ahmad sudah berangkat lebih dulu. Meski begitu, dia tetap disambut
hangat oleh orang tua Ahmad.. Akhirnya, tahulah mereka apa yang menyebabkan
Ahmad berubah. Ayah Ahmad baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas yang
membuatnya tak bisa bekerja untuk sementara waktu. Sejak saat itu, keluarga
Ahmad hanya bergantung dari gaji ibu yang tak seberapa. Kontan saja setelah
mendengar cerita tersebut, rekan-rekan Ahmad segera berangkat menuju anak
tersebut dan membantu memperbaiki jalan. Siapa sangka, kebaikan mereka, ada
rezeki yang tak terduga datang.
“Rezeki itu rahasia Allah.
Rezeki bisa datang dari yang kita usahakan dan dari yang tidak kita usahakan.”
(hal.
8). Seperti itulah kata-kata Danang pada Ahmad yang bisa juga jadi kesimpulan
dari cerita ini. Kita memang tak bisa menduga rezeki. Hal yang harus kita
lakukan hanyalah berusaha dan tetap ikhlas.
Selain
dua cerpen tersebut, masih ada lagi cerpen-cerpen lain yang sarat pengajaran
kebaikan. Di antaranya adalah Bule Arab,
Mengaji Bersama Bapak, Koleksi Sindi, Sepatu untuk Naeli dan lainnya. Semua
kisah ini ditulis dengan bahasa yang ringkas dan sangat mudah dipahami bahkan
oleh anak-anak.
Tak
salah dengan tema yang diusung buku ini. Seri Pendidikan Karakter untuk Anak.
Cerita-ceritanya memang mengajarkan hal-hal baik melalui kejadian sehari-hari
yang bisa diambil hikmahnya. Misalnya saja pada cerpen Mengaji Bersama Bapak. Tokoh utama awalnya malu dengan keadaan bapsaknya
yang baru belajar mengaji di TPA yang sama dengannya. Ia melarang ayahnya untuk
belajar di sana. Tapi, berkat pencerahan yang diberikan sang guru mengaji, akhirnya
dia menyadari apa salahnya. Sebab rasa malu dan egonya, bapaknya tak bisa
belajar mengaji. Untungnya, dia segera menyadari kesalahannya.
Cerita
yang menarik dan mengajarkan kebaikan tak melulu tentang hal besar seperti yang
ada pada cerita-cerita superhero. Dari cerita yang mengangkat tema kehidupan
sehari-hari dan hal yang sering terjadi di sekitar pun sama. Paling penting,
kita bisa memetik hikmah yang ada di setiap kejadian. Menjadikannya contoh
untuk melangkah ke arah yang lebih baik dan membentuk karakter dan sikap yang
baik pula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar