Kamis, 25 Maret 2021

Selalu Ada Hikmah di Setiap Hal yang Terjadi

 


Judul                    : Gara-Gara Game Online

Penulis                  : Fery Lorena Yanni, Yosep Rustandi,

  Fitria Susandi, dkk.

Penerbit                : Indiva Media Kreasi

Dimensi                : 144 hlm; 20 cm

ISBN                    : 978-623-253-007-2

Harga                    : Rp39.000,-

 

Selalu ada hikmah di setiap hal yang terjadi. Mungkin, kalimat itulah yang cocok dijadikan sebagai kesimpulan untuk cerpen-cerpen yang ada di dalam kumcer Gara-Gara Game Online ini. Bagaimana tidak, di setiap cerita, baik itu berawal baik atau tidak, selalu ada yang dapat diambil sebagai pembelajaran untuk memperbaiki sikap dan perbuatan kita.

Gara-Gara Game Online adalah salah satu judul cerpen dalam kumcer ini yang menceritakan tentang Cika, seorang anak SD yang sedang mengikuti wisata sekolah. Dari judulnya saja, bisa ditebak apa yang terjadi, kan? Cika yang beralasan ingin mengabadikan momen selama wisata sekolah akhirnya diizinkan membawa ponsel. Namun, selama perjalanan, dia malah asik memainkan game di perangkat tersebut hingga tak mengindahkan arahan guru. Ia bahkan sampai melewatkan makan dan waktu istirahat.

Meski sudah ditegur berkali-kali, dia tetap tak acuh. Gara-gara keasikan, dia berpisah dengan rombongan dan tertinggal saat bus berjalan kembali. Baterai ponsel habis dan tak ada yang dikenal di sana. Cika pun hanya bisa menangis. Untungnya, rekan dan guru Cika menyadari tepat waktu kalau gadis itu ketinggalan dan putar balik menjemputnya. Cika pun akhirnya sadar dengan kesalahannya. Oleh karena terlalu terpaku pada ponsel, dia jadi tak memperhatikan sekitar. Sejak saat itu, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Nah, dari cerita ini, kita bisa mengambil kesimpulan untuk tidak menggunakan gawai berlebihan. Boleh saja menggunakannya, asal ingat waktu. Jangan sampai dikuasai dan melupakan hal yang lebih penting. Tentu saja, ini tak hanya berlaku untuk gawai saja, yang lainnya juga.

Selain cerita ini, masih ada sepuluh cerita lain yang bisa ditemukan di buku ini. Salah satunya adalah Rahasia Allah yang jadi cerita pembuka. Kisah ini berawal dari keheranan rekan-rekan Ahmad karena dia tiba-tiba bersikap aneh. Sikap anehnya adalah ia menjadi sangat peduli dengan hal kecil seperti ranting dan batu di jalan sehingga memindahkannya. Bukan hanya itu saja, Ahmad juga berniat menimbun lubang besar di jalan perumahan. Meski heran dengan perubahan tersebut, rekan Ahmad bersedia membantu saat Ahmad mengutarakan keinginannya.

Di waktu yang sudah dijanjikan, rekan-rekannya datang ke rumah Ahmad. Sayang, ternyata Ahmad sudah berangkat lebih dulu. Meski begitu, dia tetap disambut hangat oleh orang tua Ahmad.. Akhirnya, tahulah mereka apa yang menyebabkan Ahmad berubah. Ayah Ahmad baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuatnya tak bisa bekerja untuk sementara waktu. Sejak saat itu, keluarga Ahmad hanya bergantung dari gaji ibu yang tak seberapa. Kontan saja setelah mendengar cerita tersebut, rekan-rekan Ahmad segera berangkat menuju anak tersebut dan membantu memperbaiki jalan. Siapa sangka, kebaikan mereka, ada rezeki yang tak terduga datang.

“Rezeki itu rahasia Allah. Rezeki bisa datang dari yang kita usahakan dan dari yang tidak kita usahakan.” (hal. 8). Seperti itulah kata-kata Danang pada Ahmad yang bisa juga jadi kesimpulan dari cerita ini. Kita memang tak bisa menduga rezeki. Hal yang harus kita lakukan hanyalah berusaha dan tetap ikhlas.

Selain dua cerpen tersebut, masih ada lagi cerpen-cerpen lain yang sarat pengajaran kebaikan. Di antaranya adalah Bule Arab, Mengaji Bersama Bapak, Koleksi Sindi, Sepatu untuk Naeli dan lainnya. Semua kisah ini ditulis dengan bahasa yang ringkas dan sangat mudah dipahami bahkan oleh anak-anak.

Tak salah dengan tema yang diusung buku ini. Seri Pendidikan Karakter untuk Anak. Cerita-ceritanya memang mengajarkan hal-hal baik melalui kejadian sehari-hari yang bisa diambil hikmahnya. Misalnya saja pada cerpen Mengaji Bersama Bapak. Tokoh utama awalnya malu dengan keadaan bapsaknya yang baru belajar mengaji di TPA yang sama dengannya. Ia melarang ayahnya untuk belajar di sana. Tapi, berkat pencerahan yang diberikan sang guru mengaji, akhirnya dia menyadari apa salahnya. Sebab rasa malu dan egonya, bapaknya tak bisa belajar mengaji. Untungnya, dia segera menyadari kesalahannya.

Cerita yang menarik dan mengajarkan kebaikan tak melulu tentang hal besar seperti yang ada pada cerita-cerita superhero. Dari cerita yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari dan hal yang sering terjadi di sekitar pun sama. Paling penting, kita bisa memetik hikmah yang ada di setiap kejadian. Menjadikannya contoh untuk melangkah ke arah yang lebih baik dan membentuk karakter dan sikap yang baik pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak-Anak Pilihan

    Judul                 : Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko Penulis             : Yosep Rustandi Penerbit            : Indiva Medi...